Pemuda Taiwan Tak Sengaja Tabrak 3 Ferrari, Warga Urunan Bantu Ganti Rugi

Taipei – Seorang pemuda yatim di Taiwan yang tertidur di dalam mobilnya dan menabrak tiga Ferrari, mendapat kabar paling mengejutkan dalam hidupnya, ketika dia diberi tahu bahwa biaya ganti rugi yang harus ia bayar mencapai 12 juta dolar Taiwan (berkisar Rp 5,6 miliar).

Tapi, masyarakat Taiwan yang berempati kemudian berbondong-bondong menyumbangkan uang untuk membantu Lin Chin-hsiang (20) membayar ganti rugi, demikian seperti dikutip dari BBC, Jumat (21/12/2018).

Apa yang dialami oleh  telah menarik perhatian masyarakat Taiwan, dan respon dari publik mencerminkan ketidakpuasan yang tumbuh akibat kesenjangan ekonomi yang meluas di pulau itu.

Kesenjangan ekonomi telah meninggalkan banyak keluarga berpenghasilan rendah seperti Lin berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pemuda yatim itu terpaksa tak melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi awal tahun ini, untuk membantu ibunya di toko keluarga yang menjual peralatan ibadah di New Taipei City. Ayahnya meninggal karena sakit beberapa tahun yang lalu.

Awal Mula Kejadian

Lin Chin-hsiang bekerja shift malam di sebuah restoran barbekyu dan, setelah selesai pada pukul 03:00 dini pada Minggu 16 Desember, dia pulang ke rumah untuk menemui ibunya yang tengah kurang sehat.

Pemuda itu pun memutuskan untuk membantu pekerjaan sampingan ibunya, yakni pemberi notifikasi upacara ritual di kuil di wilayahnya. Lin pun berangkat dengan mengendarai mobil orang tuanya.

Saat itu sekitar jam 05:40 pagi, karena kelelahan bekerja sepanjang malam, Lin Chin-hsiang tertidur di belakang kemudi dan kemudian menabrak tiga mobil Ferrari.

Tiga Ferrari itu merupakan bagian dari empat mobil mewah milik sekelompok teman yang bertemu sebelum melakukan touring.

Saat Lin Chin-hsiang tak sengaja menabrak mobil-mobil mewah itu, pemiliknya berdiri di dekat kendaraan, namun, tidak ada yang terluka.

“Saya pikir: ‘Oh tidak, saya sudah membuat kekacauan besar.’ Saya benar-benar khawatir tentang membawa masalah pada ibu saya dan harus membayar begitu banyak uang. Saya ingin membantunya, tetapi membuat semuanya menjadi lebih buruk’,” kata Lin kepada BBC pada Rabu 19 Desember.

Polisi mengatakan dia tidak minum alkohol dan memiliki catatan mengemudi yang bersih.

Media lokal menghubungi dealer mobil mewah dan bengkel untuk menghitung bahwa tagihan perbaikan berkisar 12 juta dolar Taiwan.

Uluran Tangan Berdatangan

Ketika Lin Chin-hsiang kebingungan mencari cara untuk membayar ganti rugi, ia kemudian dikejutkan oleh datangnya berbagai uluran tangan yang tak terduga dari masyarakat Taiwan.

Puluhan orang menelepon kantor polisi setempat yang menangani kecelakaan tersebut, dan menawarkan untuk menyumbangkan uang guna membantu membayar tagihan ganti rugi yang membebani Lin.

Beberapa dari mereka bahkan muncul di toko keluarga Lin, sebuah gubuk yang terbuat dari lembaran logam, yang juga berfungsi sebagai rumah mereka.

“Saya benar-benar berterima kasih kepada semua orang yang telah menawarkan bantuan dan yang datang ke sini untuk menyemangati saya. Beberapa orang bahkan menyetir dari Taiwan Tengah dan bertanya di mana mereka dapat menyumbangkan uang. Beberapa menghabiskan waktu lama mencari toko kami, beberapa tidak dalam situasi yang baik, tetapi mereka masih memberi uang,” katanya, terdengar kewalahan oleh apa yang telah terjadi.

“Beberapa orang memberi 5.000 dolar Taiwan (US$ 160) atau 10.000 dolar. Mereka hanya mengatakan ‘Di masa depan, Anda hanya perlu membantu masyarakat.'”

Pihak berwenang setempat telah meminta orang-orang yang ingin membantu Lin untuk mengarahkan dana mereka ke rekening resmi.

Lebih dari 100 sumbangan telah dibuat –dengan yang terkecil sekitar 4 dolar Taiwan dan yang terbesar hampir 6.500 dolar Taiwan. Total 740.000 dolar Taiwan ($ 24.000) telah dikumpulkan.

Perguruan tinggi yang ditinggalkan Lin, telah mengundangnya untuk menyelesaikan kuliahnya. Ia keluar di tahun terakhir sekolahnya, ketika ayahnya meninggal.

Lin Chin-hsiang memiliki kakak laki-laki yang bekerja dan seorang saudara perempuan di sekolah menengah.

Sejak berita itu melanda, beberapa pengguna media sosial Taiwan telah meminta pemilik Ferrari untuk memaafkan Lin Chin-hsiang dan tidak meminta uang ganti rugi darinya, mengingat keadaan ekonominya yang terbatas.

Seorang pemilik, bagaimanapun, secara terbuka mengatakan bahwa dia bekerja keras untuk dapat membeli mobil mewah itu dan ingin dikompensasi atas kerusakan.

Lin Chin-hsiang sendiri mengatakan, pemilik Ferrari telah baik dan tidak bersikeras dia membayar tagihan sekaligus.

Para pemilik malah menyarankan agar Lin Chin-hsiang mengangsur pembayaran. Mereka juga mengatakan telah berkonsultasi dengan perusahaan asuransi tentang berapa banyak polis yang mungkin bisa mereka dapatkan.

Dengan gaji bulanan sebesar 35.000 dolar Taiwan (Rp 16,4 juta), diperlukan waktu 28 tahun bagi Lin Chin-hsiang untuk membayar seluruh biaya perbaikan. Kebijakan asuransi kendaraan keluarganya hanya mencakup cedera, bukan kerusakan.

Namun dia bersikeras bahwa menutupi biaya adalah hal yang benar untuk dilakukan.

“Aku benar-benar minta maaf telah menabrak mobil mereka, benar-benar menyesal. Itu tidak disengaja … Meskipun itu akan memakan waktu lama, aku melakukan kesalahan. Aku masih harus membayarnya.”