5 Cara Menyembelih Kerbau Ala Upacara Adat Toraja

Livedraw Togel – Kerbau merupakan hewan penting bagi masyarakat Toraja selain babi. Karena selain nilai ekonominya relatif tinggi, ia juga merupakan hewan yang digunakan dalam proses mengadakan upacara tradisional.

Hewan yang memiliki 2 tanduk dan diberi label dengan harga puluhan hingga ratusan dan beberapa bahkan menyentuh miliaran ini. Biasanya dikorbankan dalam proses upacara tradisional Rambu Solo atau upacara kematian tradisional.

Situs Togel Terbaik – TotoSaja

Dalam menyembelih kerbau, orang Toraja menggunakan metode yang tidak biasa seperti yang dilakukan oleh orang pada umumnya. Algojo yang bertugas menyembelih seekor kerbau disebut pa’tinggoro tedong. Sedangkan proses penyembelihan kerbau disebut ma’tinggoro tedong.

Tedong adalah bahasa Toraja untuk kerbau. Ma’tinggoro adalah istilah untuk kegiatan memotong leher dan pa’tinggoro mengacu pada orang yang bertugas membantai kerbau. Istilah ini hanya berlaku untuk penyembelihan kerbau.

Sedangkan untuk menyembelih babi disebut ma’tobok bai, ma’tobok = menusuk dengan pisau dan bai = babi. Untuk menyiangi anjing menggunakan istilah ma’pa’tong asu, ma’pa’tong = memukul (kepala), asu = anjing.

Livedraw Togel Totosaja

Nah, berikut adalah 5 fakta unik dari proses penyembelihan kerbau atau ma’tinggoro tedong dalam upacara tradisional di Toraja. Ayo, baca artikel lengkapnya di bawah ini.

1. Kerbau disembelih dengan memotong tenggorokannya menggunakan parang saat masih berdiri
Proses pemotongan kerbau dilakukan dengan posisi hewan berdiri dan lehernya terangkat karena tali yang mengikat hidungnya ditarik oleh algojo. Ketika dianggap dalam posisi yang tepat, algojo akan segera melepaskan parang ke arah leher kerbau dengan cepat.

Setelah memotong leher kerbau, algojo tetap pada posisinya sambil memegang tali hidung kerbau dan mengendalikannya sehingga tidak akan menggeliat atau berlari ke kerumunan pelayat atau ke kursi penduduk yang tiba.

Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, kadang-kadang untuk mencegah kerbau agar tidak ditebang ke kerumunan orang, kaki kerbau biasanya diikat terlebih dahulu ke pohon atau kayu atau batu yang ditanam dengan kuat.

2. Dilakukan di depan umum sehingga siapa pun yang berani melihatnya
Proses penyembelihan kerbau biasanya dilakukan di tengah halaman rumah tempat upacara adat berlangsung. Dengan demikian, siapa pun dapat menyaksikan proses pemindahan kerbau, termasuk anak-anak.

Darah dari hewan-hewan ini biasanya juga stagnan sampai membeku sampai hilang tanpa dibersihkan. Akibatnya, genangan darah menghasilkan bau yang tidak sedap. Terkadang, beberapa warga akan menaburkan genangan darah dengan garam dengan alasan bahwa poppo ‘atau batitong / parakang tidak datang dan menghisap darah.

Bandar Togel & Live Casino Terpercaya Totosaja

3. Parang yang digunakan tidak sembarangan dan diperlakukan secara khusus
Setiap algojo biasanya memiliki parang khusus untuk kerbau kerbau dan tidak digunakan untuk keperluan lain, apalagi memotong sayuran, daging atau kayu bakar. Parang juga dirawat dengan hati-hati dan selalu diasah agar tetap tajam.

Parang ini biasanya disebut sebagai la’bo dualalan dan memiliki pegangan yang dihiasi dengan ukiran khas Toraja. Saat ini, penulis sering melihat bahwa parang yang digunakan untuk menyembelih kerbau sebagian besar sudah sedikit rusak di mata.

4. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi algojo ketika kerbau jatuh sekaligus
Karena itu dilakukan di depan umum, tentu saja, algojo akan merasa senang jika kerbau yang dijatuhkannya jatuh segera setelah parang melewati leher hewan, terutama jika tidak ada tanda yang menunjukkan perkelahian kerbau.

Berdasarkan pengalaman penulis yang menyaksikan proses penyembelihan kerbau sejak kecil, biasanya algojo cukup memotong leher kerbau sekali saja untuk membuatnya jatuh dan mati.

Baca juga: Situs Togel Online Terbaik

5. Terkadang ada praktik magis yang menyebabkan kerbau tetap hidup ketika mereka seharusnya mati
Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, kadang-kadang proses penyembelihan kerbau tidak berfungsi dengan baik karena ada individu yang menggunakan sihir untuk menjaga kerbau hidup bahkan meronta-ronta meskipun sudah cukup lama sejak dipotong.

Proses penyembelihan kerbau juga bukan hanya tempat untuk memamerkan algojo tetapi juga bagi mereka yang memiliki jimat untuk menguji kemampuan mereka. Bahkan penulis sendiri telah mendengar cerita dari berbagai warga di sana bahwa ada seekor kerbau yang telah dikuliti tetapi bangkit dan berdiri kembali.

Sekarang, dari 5 fakta unik di atas, mana yang menurut Anda menarik? Mari berbagi pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini. Jika Anda ingin berkomentar, penulis sangat menyarankan Anda untuk terus menghormati tradisi orang Toraja dalam menyembelih hewan.

Livedraw Togel – 5 Cara Menyembelih Kerbau Ala Upacara Adat Toraja